Beranda Ekonomi AS-China Bisa Berantem Lagi, Straits Times Langsung Mundur

AS-China Bisa Berantem Lagi, Straits Times Langsung Mundur

Bursa saham acuan Singapura mengawali perdagangan hari ini (28/11/2019) dengan bergerak ke selatan seiring menyeruaknya kekhawatiran pelaku pasar risiko friksi dagang Amerika Serikat (AS) dan China terekskalasi kembali menyeruak.

Indeks Straits Times (STI) dibuka melemah 0,18% ke level 3209,85 indeks poin, di mana dari 30 saham yang menghuni indeks acuan bursa saham Singapura tersebut, 11 saham yang mencatatkan kenaikan harga, 11 saham melemah, dan 8 saham tidak mencatatkan perubahan harga.Kemarin (27/11/2019), Presiden AS Donald Trump resmi mengesahkan undang-undang (UU) penegakan hak asasi manusia dan demokrasi di Hong Kong yang sebelumnya telah mendapat persetujuan dari Kongres AS.


“Saya menandatangani UU ini sebagai bentuk rasa hormat kepada Presiden Xi, China, dan rakyat Hong Kong,” ujar Trump dalam pernyataan resmi yang dirilis Gedung Putih, dilansir dari CNBC International.

“Mereka (UU) ini disahkan dengan harapan Pemimpin dan Representatif China dan Hong Kong akan dapat menyelesaikan perbedaan mereka secara damai yang mengarah pada perdamaian jangka panjang dan kemakmuran bagi semua,” tambah Trump.

Sejak UU ini disahkan, maka akan ada perwakilan dari Negeri Paman Sam yang melakukan tinjauan secara berkala (tahunan) terhadap otonomi Hong Kong, di mana hal ini menjadi pertimbangan untuk perdagangan khusus dengan AS terkait pembebasan pengenaan bea masuk seperti yang dibebankan ke China.

UU tersebut juga akan mengatur sanksi bagi pihak yang bertanggung jawab terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Hong Kong.

Tindakan Trump kali ini sangat berpotensi membuat China geram yang berujung pada terhambatnya kesepakatan dagang fase pertama.

Pasalnya, pejabat Kementerian Luar Negeri China sudah beberapa kali memberikan pernyataan tegas dan mengecam tindakan AS yang mencampuri urusan dalam negeri dan kedaulatan Hong Kong.

“Kami mendesak AS untuk memperbaiki kesalahannya. Berhentilah mengintervensi Hong Kong dan ikut campur dengan urusan dalam negeri China,” tegas Zheng Zeguang, Wakil Menteri Luar Negeri China, seperti diberitakan Reuters.

Perkembangan ini sangat disayangkan karena sebelumnya Trump menyampaikan bahwa Washington dan Beijing sudah masuk putaran akhir dalam negosiasi dagang fase pertama.

Pada hari ini tidak ada rilis data ekonomi dari Singapura.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Highlights Sepak Bola SEA Games 2019, Vietnam Vs Timnas Indonesia U-22 2-1

  Timnas Indonesia U-22 kalah 1-2 dari Vietnam pada laga ketiga Grup B SEA Games 2019, Stadion Rizal Memorial, Manila, Minggu (1/12/2019). Gol menit-menit akhir membuat...

BTN Punya Dirut Baru, BNI Batal Gandeng Alipay-WeChat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir perdagangan Rabu kemarin (27/11/2019) ditutup di zona merah dengan posisi koreksi tipis 0,05% ke level 6.023,04. Performa IHSG...

Jokowi Sebut Ekonomi RI Cuma Tumbuh 5,04-5,05% di 2019

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan ekonomi Indonesia pada 2019 hanya bisa tumbuh antara 5,04%-5,05%. Jokowi menyebutkan level pertumbuhan itu menjadi tantangan bagi Indonesia di...

Hawa Negatif Bertebaran, IHSG Masih Bisa Bangkit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada pembukaan perdagangan hari ini (27/11/2019) dengan mencatatkan koreksi 0,16% ke level 6.013,27 indeks poin. Kemudian seiring berjalannya...

Recent Comments